‘Urfi Ḥisāb Position in Determination of Beginning of Month of Qamārīyah in Province Jambi

Authors

  • Najmi Najmi Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

DOI:

https://doi.org/10.56436/jocis.v2i2.199

Keywords:

‘Urfi Ḥisāb, The month of Qamārīyah, Hilāl, Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah

Abstract

This article examines the position of ‘Urfi Ḥisāb in determining the beginning of the month of Qamārīyah according to Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, and other religious groups in Jambi. The main problem studied is why do these two mass organizations have different views regarding the position of ‘Urfi Ḥisāb? This article comes from qualitative research using juridical-empirical legal methods. The results of the research show that the position of ‘Urfi Ḥisāb is more focused on determining the start of Ramadan and Shawal than other Lunar months. However, it can also be used for other than these two months by referring to the initial benchmark for determination in the first cycle of ‘Urfi Ḥisāb, namely the benchmark for wukuf on Arafah. The reason they have different views about the position of ‘Urfi Ḥisāb is because this method does not take into account the position and location of the Hilāl (new moon).

Artikel ini mengkaji tentang kedudukan ḤisābUrfi dalam penentuan awal bulan Qamārīyah menurut Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Kelompok agama lain di Jambi. Permasalahan utama yang dikaji adalah mengapa kedua Ormas ini berbeda pandangan tentang kedudukan ḤisābUrfi? Artikel ini berasal dari penelitian kualitatif dengan metode hukum yuridis-empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yaitu kedudukan Ḥisāb ‘Urfi lebih fokus pada penentuan awal Ramadhan dan Syawal daripada bulan-bulan Kamariah lainnya. Namun demikian dapat juga digunakan untuk selain dua bulan tersebut dengan mengacu pada patokan awal penentuan dalam siklus pertama ḤisābUrfi, yakni pada patokan wukuf di Arafah. Penyebab mereka berbeda pandangan tentang kedudukan ḤisābUrfi itu karena metode ini sama sekali tidak memperhitungkan posisi dan letak Hilāl (anak bulan).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar, Syamsul. “Almanak Berdasarkan Hisab Urfi Kurang Sejalan Dengan Sunnah Nabi Saw: Surat Terbuka Untuk Pak Darmis,” Jurnal Ilmu Syarah 11, no. 1 (Juni 2015): 4, https://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/Almaslahah/article/view/126.

As-Syafi’i, Syaikh Abdur Rahman As-Shufuri. Nuzahatul Majalis (Beirut: Darul Fikri, 1425 H).

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2010).

Azhari, Susiknan. “Gagasan Menyatukan Umat Islam di Indonesia melalui Kalender Islam,” Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah 15, no. 2 (Juli 2015): 5, https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/ahkam/article/view/2869/2258.

Bj Habibie, Ru‘yat Dengan Teknologi (Jakarta: Gema Insani Press, 1994).

Bukhari, Imam. Terjamah Shaheh Bukhari, Ahmad Sunarto Juz III, cet I (Semarang: Al-Syifa', 1992).

D. Morrell, Patricia and James B. Carroll. Conducting Educational Research (The Netherlands: Sense Publishers, 2010).

Fathurohman SW dan Oman, Kalender Muhammadiyah Konsep dan Implementasinya, Power point makalah disampaikan pada Musyawarah Ahli Hisab Muhammadiyah, Yogyakarta, 29-30 Juli 2006.

Jayusman, “Wacana Takwim Urfi dalam Penanggalan Islam,” Diakses pada 20 Januari 2023, https://media.neliti.com/media/publications/37041-ID-wacana-takwim-urfi-dalam-penanggalan-islam.pdf.

LF PBNU, Laporan Lajnah Falākīyah PBNU Tentang Penyelenggaraan Rukyat untuk Idul Fitri 1427 H (Jakarta: LF PBNU, 2006).

Masroeri, KH A Ghazalie. “Tahap-tahap Penentuan Awal Bulan Qamārīyah Perspektif NU,” 27 November 2008, https://www.nu.or.id/opini/tahap-tahap-penentuan-awal-bulan-Qamārīyah-perspektif-nu-LlFc2.

------, Penentuan Awal Bulan Qomariyyah Perspektif NU (Jakarta: LF-. PBNU, TT).

“Muhammadiyah,” Tarjih and Tajdid Council Team of PP Muhammadiyah, Accessed on January 20 2023, http://tarjih.muhammadiyah.or.id/ .

"Muhammadiyah," Getting to Know the Husab Urfi Calendar Can Be Made into an Islamic Calendar, Accessed January 20 2023, https://muhammadiyah.or.id/mengenal-kalender-hisab-urfi-bisakah-dijadikan-kalender-islam-global/.

Marzuki, Peter Mahmaud. Penelitian Hukum (Jakarta: Kencana Prenada Group, 2007), 93.

Muhadjir, Noeng. Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Rake Sarasin, 1996), 86-87.

Nawawi, Abd. Salam. Rukyat Hisab di Kalangan NU-Muhammadiyah (Surabaya: Diantama dan LFNU Jatim, 2004).

“NU,” Ilmu Hisab Jangan Disakralkan,” Diakses pada 20 Januari 2023, http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,44472-lang,idc,nasional-t,Ilmu+Hisab+Jangan+Disakralkan-.phpx.

Ruskanda, Farid. 100 Masalah Hisab dan Rukyat (Jakarta: Gema Insani Press,1996), 29-30.

Siddik, Abdurrahman. “Pandangan Ormas Islam Terhadap Draf Kriteria Baru Penentuan Kalender Hijriah Di Indonesia,” Keputusan PBNU No. 311/A.II.04.d/1994, Jurnal of Islamic Law/Jurnal Hukum Islam 18, no. 10 (Juni 2018): 3, https://media.neliti.com/media/publications/418702-none-3469403c.pdf.

Syakir NF, “4 Ketentuan Rukyatul Hilāl Nahdlatul Ulama,” Diakses pada 16 April 2023, https://www.nu.or.id/nasional/4-ketentuan-rukyatul-Hilāl-nahdlatul-ulama-1ybW7.

T. Djamaluddin, “Sejarah Perkembangan Ilmu Falak Sebuah Ilustrasi Paradoks Perkembangan Sains dalam Islam,” Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan 1, no. 1 (Juni 2015): 4, https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/almarshad/article/view/738.

Uyun. “Analisis Hisāb ‘Urfi Khomasi dan Implementasinya dalam Penetapan Awal Ramadhan dan Syawal (Studi Kasus di Pesantren Mahfilud Duror Jember).

Downloads

Submitted

2023-05-18

Accepted

2024-06-27

Published

2024-06-30

How to Cite

Najmi, N. (2024). ‘Urfi Ḥisāb Position in Determination of Beginning of Month of Qamārīyah in Province Jambi. Journal of Comprehensive Islamic Studies, 2(2), 273–288. https://doi.org/10.56436/jocis.v2i2.199