Perspektif Izin Ninik Mamak sebagai Prasyarat Pernikahan Perspektif Hukum Islam
DOI:
https://doi.org/10.56436/jocis.v2i1.187Keywords:
Islamic Law, Marriage in Islam, Marriage Prerequisites, Marriage Permission, ‘Urf, Maqāshid Syari‘ahAbstract
This article discusses the ninik mamak permit mechanism as a prerequisite for marriage in Bungo Dani District, Bungo Jambi Regency. The method used is qualitative with an interpretative/hermeneutic approach by collecting data using observation, interviews, and documentation. The findings in this study include; first, the ninik mamak permit mechanism as a prerequisite for marriage, namely the preparation period, fiancé, “mengantar “sirih tanyo pinang tanyo,” “mengembang tando,” and "pintak pinto," “mengantar serah,” “nikah kawin,” “berelek bekenduri,” and “mengumpul tuo,” “menutup lek.” Second, the factors that cause ninik mamak permission as a prerequisite for marriage are avoiding bala', the longevity of the couple and the habit of being carried out continuously; third, the perspective of Islamic law regarding ninik mamak permits is included in ‘urf shahih, and maqaṣid ṣariah has fulfilled the purpose of creating rules by Allah SWT, namely providing benefits.
Artikel ini membahas mekanisme izin ninik mamak sebagai prasyarat pernikahan di Kecamatan Bungo Dani Kabupaten Bungo Jambi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan interpretative/hermeunetik dengan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun temuan dalam penelitian ini antara lain; pertama, mekanisme izin ninik mamak sebagai prasyarat pernikahan yaitu masa persiapan, tunangan, “mengantar sirih tanyo pinang tanyo,” “mengembang tando,” dan “pintak pinto,” “mengantar serah,” “nikah kawin,” “berelek bekenduri,” dan “mengumpul tuo,” “menutup lek.” Kedua, faktor penyebab izin ninik mamak sebagai prasyarat pernikahan yaitu terhindar dari bala’, kelanggengan pasangan dan kebiasaan dilakukan terus-menerus; ketiga, perspektif hukum Islam tentang izin ninik mamak termasuk ke dalam ‘urf shahih, dan secara maqaṣid ṣariah telah memenuhi tujuan diciptakannya aturan oleh Allah SWT yaitu memberikan kemanfaatan.
Downloads
References
Abdurrahman, Kompilasi Hukum Islam Jakarta:Akademika Pressindo, 1992.
Agustar, Armi, ‘Otoritas Ninik Mamak Sebagai Syarat Perkawinan Di Desa Pangkalan Baru’, Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah, 4 (2022), 25–42
Amin, Muhammad, Nidya Fitri, and Abdul Aziz, ‘Konsep Pemikiran Ninik Mamak Untuk Keberlangsungan Pendidikan Cucu Kemenakan Di Tengah Persaingan Yang Multikultural’, Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4.2 (2022), 2354–62 <https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i2.2119>
Hertasmaldi, ‘Persetujuan Ninik Mamak Sebagai Salah Satu Syarat Administratif Dalam Akad Nikah’, Ijtihad Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial (Penerimaan).‘Aqid, 35.2 (2019), 51–66
Mairika Purnama, Yuliantoro, Asyrul Fikri, ‘Badoa Ninik Mamak Dalam Adat Pernikahan Di Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi’, Jurnal Randai, 2.2 (2022), 54–61
Nasruddin, Fiqh Munaqahat, Bandar Lampung: Anugrah Utama Raharja, 2017.
Tangah, Koto, Batu Ampa, and H M Th, ‘Perspektif Hukum Islam Tentang Pengurusan Administrasi Nikah Oleh Niniak Mamak (Studi Kasus Di Seberang Parit Kenagarian Yance Putra Ramadani Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri ( IAIN ) Bukit Tinggi’, 2022
Zuhraini, Serba Serbi Hukum Adat, Bandar Lampung: Fakultas Syari’ah IAIN Raden Intan, 2017.
Mardani, Hukum Keluarga Islam di Indonesia Jakarta: Prenada media Group, 2016.
Downloads
Submitted
Accepted
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Journal of Comprehensive Islamic Studies

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



















