Main Article Content

Abstract

This study aims to examine the social skills of teachers in fostering a culture of polite students at Al-Muttaqin Islamic Boarding School Ibru Muaro Jambi because there are still problems with social skills of teachers in fostering a culture of polite students in this Islamic boarding school. The main problem in this study is why the teacher's skills are not optimal in fostering a culture of polite students? This research uses a qualitative approach with a descriptive analytical nature. The results of this study indicate that the polite culture of students at the Al-Muttaqin Ibru Muaro Jambi Islamic Boarding School is not all positive, because there are still students who practice less commendable morals such as dating, smoking, violating Islamic boarding school rules, lazy to worship, lying, not practicing toyyibah sentences and so on. etc. The teacher's social skills in fostering a polite culture of students in Islamic boarding schools is not optimal, even though there are cultural standards, habituation activities, exemplary, advice, strengthening religious education in Islamic boarding schools, teacher cooperation with other teachers and parents, using various opportunities in educating morals, enforce discipline. However, all of these activities are not planned and monitored continuously. Aspects supporting teacher social skills in fostering a polite culture of students are the commitment of teachers and leaders in building a polite culture. While the obstacles are that discipline is still weak, and teacher communication with other teachers is still not effective.


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kecakapan sosial guru dalam membina budaya santun santri di Pondok Pesantren Al-Muttaqin Ibru Muaro Jambi disebabkan masih ditemukan masalah kecakapan sosial guru dalam membina budaya santun santri di pesantren ini. Persoalan utama dalam penelitian ini adalah mengapa kecakapan guru belum optimal membina budaya santun santri? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya santun santri di Ponpes Al-Muttaqin Ibru Muaro Jambi tidak semuanya positif, sebab masih ditemukan santri yang melakukan akhlak kurang terpuji seperti pacaran, merokok, melanggaran tata tertib pesantren, malas beribadah, berbohong, kurang mengamalkan kalimat toyyibah dan lain sebagainya. Kecakapan sosial guru dalam membina budaya santun santri di pesantren ini belum optimal, meskipun sudah ada standar budaya, kegiatan pembiasaan, keteladanan, nasehat, memantapkan pendidikan agama di pesantren, kerja sama guru dengan guru lain dan orang tua, menggunakan berbagai kesempatan dalam mendidik akhlak, menegakkan disiplin. Namun semua aktivitas ini kurang direncanakan dan diawasi secara terus menerus. Aspek pendukung kecakapan sosial guru dalam membina budaya santun santri adalah komitmen guru dan pimpinan dalam membangun budaya santun. Sedangkan penghambat adalah disiplin masih lemah, dan komunikasi guru dengan guru lainnya masih belum efektif.

Keywords

Guru Kecakapan Sosial Peran Guru Sopan Santun Siswa

Article Details

References

  1. Al-Bukhari, Al-Imam Muhammad ibn Ismail. Shahih Bukhari, (Al-Makhtab Al-Syamilah tt, Edisi II.
  2. Anonim. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2008.
  3. Amtu, Onisimus. Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah. Bandung; Alfabeta, 2011.
  4. Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta, 2014.
  5. Covey, Stephen R., The Leader in Me Terj. Fairano Ilyas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2009.
  6. Danim, Sudarwan. Otonomi Manajemen Sekolah. Bandung: Alfabeta, 2012.
  7. Daryanto, Administrasi dan Manajemen Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta, 2013.
  8. Departemen Pendidikan Nasional, Undang-Undang Guru dan Dosen (UU RI Nomor 14 Tahun 2005), Jakarta: Asa Mandiri, Cet.1, 2019.
  9. Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar Jakarta: Rineka Cipta.
  10. DuBrin, Andrew J. The Complete The Complete Ideal’s Guides: Leadership, Terj. Tri Wibowo BS. Jakarta: Prenada, 2009.
  11. El-Widdah, Minnah. “Problematika Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama (SMP),” Jurnal At-Ta’lim 4, no. 1 (Juni 2013): 8, http://e-journal.iainjambi.ac.id/ index.php/attalim/article/view/189.
  12. ------, Minnah El dkk., Kepemimpinan Berbasis Nilai dan Pengembangan Mutu Madrasah. Bandung: Alfabeta, 2012.
  13. Goel, Chanchal, et. al. Basic In Ecucation. New Delhi: National Council of Educational Research and Training. 2014.
  14. Hasanah, Aan. Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Pustaka Setia, 2012.
  15. Hasbullah, M. Kebijakan Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.
  16. Hsieh, Tony, Delivrig Happines: A Path to Profits, Passion, and Purpose Terj. M. Rudi Atmoko. Bandung: Kaifa, 2013.
  17. Johnson, David W. Johnson, Roger T. dan Edythe Johnson Holubec, The Ne Circle Learning, Terj. Narulita Yusron,. Virginia: Alexandria.
  18. Kunandar, Guru Profesional, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007.
  19. Masaong, Abd. Kadim. Supervisi Pembelajaran dan Pengembangan Kapasitas Guru: Memberdayakan Pengawas Sebagai Gurunya Guru. Bandung: Alfabeta, 2012.
  20. Muhamin, dkk, Manajemen Pendidikan Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009.
  21. Mukhtar, et.al. Panduan Penulisan Karya Ilmiah (Proposal, Tesis, dan Disertasi). Jambi: Program Pascasarjana IAIN STS Jambi. Cet. V. 2013.
  22. Mulyasa, E. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara, 2013.
  23. Mulyasa, E. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008.
  24. Miles, Matthew B. dan A. Michael Huberman. Analisis Data Kualitatif. Terj. Tjetjep Rohedi Rohidi. Jakarta: UI Press. 2014.
  25. Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2015.
  26. Pramono, Octavia. Leadership Setengah Malaikat. Yogyakarta: Syura Media Utama, 2013.
  27. Qomar, Mujamil. Kesadaran Pendidikan: Sebuah Penentuan Keberhasilan Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012.
  28. ------, Manajemen Pendidikan Islam. Malang: Gelora Eksara Pratama, 2007.
  29. Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2008.
  30. Salim, Haitami dan Syamsul Kurniawan, Studi Ilmu Pendidikan Islam. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012.
  31. Santrock, John W. Psikologi Pendidikan, Terj. Diana Angelica. Jakarta: Salemba Humanika, 2011.
  32. Samani, Muchlas dan Hariyanto, Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013.
  33. Schleicher, Andreas, Ed., Preparing Teachers and Developing School Leaders for The 21st Century – Lessons From Around The World. New York: OECD Publishing, 2012.
  34. Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2018.
  35. Suparlan, Manajemen Berbasis Sekolah dari Teori Sampai dengan Praktik Jakarta: Bumi Aksara, 2013.
  36. Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017.
  37. Tafsir, Ahmad. Ilmu Pendidikan Islami. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013.
  38. Tahir, Arifin. Buku Ajar Perilaku Organisasi (Yogyakarta: Deepublish, Agustus 2014.
  39. Yamin, Martinis dan Bansu I. Ansari, Taktik Mengembangkan Kemampuan Individual Siswa. Jakarta: Gaung Persada Press, 2012.