Main Article Content

Abstract

This article discusses the moral development of students through extracurricular activities in Islamic religious education at State Junior High School 23 Merangin. The focus of the study in this article is how to implement extracurricular activities for Islamic religious education at State Junior High School 23 Merangin in developing student behavior? This article comes from qualitative research with a phenomenological approach. The research findings show that the process carried out by the school in developing the morals of students at the Merangin 23 State Junior High School has been carried out in various forms of activities including; weekly worship/Friday tazkir, Quran reading program, and others. Things that have been done by extracurricular coaches; instilling and awakening religious and other beliefs.


Artikel ini membahas tentang pembinaan akhlak peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 23 Merangin. Fokus kajian dalam artikel ini adalah bagaimana upaya pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pendidikan agama Islam di Sekolah menengah pertama negeri 23 Merangin dalam melakukan pembinaan perilaku peserta didik? Artikel ini berasal dari penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses yang dilakukan pihak sekolah dalam pembinaan akhlak peserta didik  di Sekolah Menengah Pertama Negeri 23 Merangin telah dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan diantaranya; ibadah mingguan/tazkir jum’at, program membaca al-Qur’an, dan yang lainnya. Hal yang telah dilakukan oleh pembina ekstrakurikuler; menanamkan dan membangkitkan keyakinan beragama dan yang lainnya.

Keywords

Education Strategy Teacher's Role Islamic Religious Education Multicultural Education Student Behavior

Article Details

How to Cite
Masykuri, M. A. (2023). Pembinaan Akhlak Peserta Didik Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam. Journal of Educational Research, 2(1), 135–150. https://doi.org/10.56436/jer.v2i1.229

References

  1. A. M., Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Cet. IX; Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2001.
  2. Abdul Mujib dan Jusup Mudzakkir. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2006.
  3. Abdul Rachman Saleh, Pendidikan Agama dan Pengembangan Watak Bangsa.Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005
  4. Abdullah, M. Yatimin. Pengantar Studi Etika. Ed. I; Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2006.
  5. Abidin, Mas’oed. Hidupkan Energi Ruhani: Akhlak Remaja Hari Ini dan Prospeknya di Masa Depan dalam http://buyamasoedabidin.wordpress.com/ 2008/05/24/pembinaan-akhlak-remaja (23 April 2010).
  6. Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003
  7. Arikunto, Suharsimi. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
  8. Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
  9. B. Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah; Wawasan Baru, Beberapa Metode Pendukung, dan Beberapa Komponen Layanan Khusus. Jakarta: Rineka Cipta, 2002
  10. Miqdad Yaljan, Kecerdasan Moral; Pendidikan Moral yang Terlupakan, terj. Tulus Musthofa, Yogyakarta: Talenta, 2003
  11. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan; Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2008
  12. Syahidin et. al, Moral dan Kognisi Islam Bandung: Alfabeta, 2009
  13. Wirawan, Sarlito Sarwono. Psikologi Remaja.Jakarta: Raja Grafindo, 2005.
  14. Yusuf, Syamsu. Psikologi Belajar Agama. Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2004.
  15. Zakiah Daradjat, Kesehatan Mental. Jakarta: Gunung Agung, 1988.
  16. Zuhairini. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: PT. Bina Aksara, 2002.